Tuesday, February 1, 2011

FILOSOFI PENSIL

Filosofi Pensil

Oleh: Anthony Dio Martin[1]




“Setiap orang membuat kesalahan.

Itulah sebabnya pada setiap pensil

Ada penghapusnya”

(pepatah Jepang)

Kala ini saya ingin menceritakan kepada Anda sebuah kisah penuh hikmah dari sebatang pensil. Dikisahkan, sebuah pensil akan segera dibungkus dan dijual ke pasar. Oleh pembuatnya, pensil itu dinasehati mengenai tugas yang akan diembannya. Maka, beberapa wejangan pun diberikan kepada si pensil. Inilah yang dikatakan oleh si pembuat pensil tersebut kepada pensilnya.

“Wahai pensil, tugasmu yang pertama dan utama adalah membantu orang sehingga memudahkan mereka menulis. Kamu boleh melakukan fungsi apa pun, tapi tugas utamamu adalah sebagai alat penulis. Kalau kamu gagal sebagai alat tulis. Macet, rusak, maka tugas utamamu gagal. “

“Kedua, agar dirimu bisa berfungsi dengan sempurna, kamu akan mengalami proses penajaman. Memang menyakitkan, tapi itulah yang akan membuat dirimu menjadi berguna dan berfungsi optimal.”

“Ketiga, yang penting bukanlah yang ada di luar dirimu. Yang penting, yang utama dan yang paling berguna adalah yang ada di dalam dirimu. Itulah yang membuat dirimu berharga dan berguna bagi manusia.”

“Keempat, kamu tidar bisa berfungsi sendirian. Agar bisa berguna dan bermanfaat, maka kamu harus membiarkan dirimu bekerja sama dengan manusia yang menggunakanmu”.

“Kelima, Di saat-saat terakhir, apa yang telah engkau hasilkan itulah yang menunjukkan seberapa hebatnya dirimu yang sesungguhnya. Bukanlah pensil utuh yang dianggap berhasil, melainkan pensil-pensil yang telahmenghasilkan karya-karya terbaik, yang berfungsi hingga potongan terpendek. Itulah yang sebenarnya paling mencapai tujuanmu dibuat”.

Sejak itulah, pensil-pensil itu pun masuk ke dalam kotaknya, dibungkus, dikemas, dan dijual ke pasar bagi para manusia yang membutuhkannya.

Pembaca, pensil-pensil ini pun mengingatkan kita mengenai tujuan dan misi kita berada di dunia ini. Saya pun percaya, bukanlah tanpa sebab kita berada dan diciptakan ataupun dilahirkan di dunia ini. Yang jelas, ada sebuah purpose dalam diri kita yang perlu digenapi dan diselesaikan.

Sama seperti pensil itu, begitu pulalah diri kita yang berada di dunia ini. Apa pun profesinya, saya yakin kesadaran kita mengenai tujuan dan panggilan hidup kita, akan membuat hidup kita menjadi semakin bermakna.

Hilang arah

Tidak mengherankan jika Victor Frankl yang memopulerkan Logoterapi, yang dia sendiri pernah disiksa oleh Nazi mengemukakan, “tujuan hidup yang jelas, membuat orang punya harapan serta tidak mengakhiri hidupnya”. Itulah sebabnya, tak mengherankan jika dikatakan bahwa salah satu penyebab terbesar dari angka bunuh diri adalah kehilangan arah atau tujuan hidup. Maka, dari filosofi pensil di atas kita belajar mengenai lima hal penting dalam kehidupan.

Pertama, hidup harus punya tujuan yang pasti. Apapun kerja, profesi atau pun peran kita mainkan di dunia ini, kita harus berdaya guna. Jika tidak, maka sia-sialah tujuan diri kita diciptakan. Celakanya, kita lahir tanpa sebuah instruksi ataupun buku manual yang menjelaskan untuk apakah kita hadir di dunia ini. Pencarian akan tujuan dan panggilan kita, menjadi tema penting selama kita hidup di dunia.

Yang jelas, krhidupan kita dimaknakan untuk menjadi berguna dan bermanfaat serta positif bagi orang-orang di sekitar kita, minimal untuk orang-orang terdekat. Jika tidak demikian, maka kitauseless. Tidak ada gunanya. Sama seperti sebatang pensil yang tidak bisa dipakai menulis, maka ia tidaklah berguna sama sekali.

Kedua, akan terjadi proses penajaman sehingga kita bisa berguna optimal, oleh karena itulah, sering terjadi kesulitan, hambatan ataupun tantangan. Semuanya berguna dan bermanfaat sehingga kita selalu belajar darinya untuk menjadi lebih baik. Ingat kembali soal Lee Iacocca, salah satu eksekutif yang justru menjadi besar dan terkenal, setelah dia didepak keluar dari mobil Ford. Pengalaman itu justru menjadi pemacu semangat baginya untuk berhasil di Chryster.

Ingat pula, Donald Trump yang sempat diguncang masalah finansial dan nyaris bangkrut. Namun, kebangkrutan itulah yang justru memberikan kesempatan kita mengeluarkan yang terbaik.

Ketiga, bagian internal diri kitalah yang akan berperan. Saya sering menyaksikan banyak artis, ataupun bintang film yang terkenal, justru yang hebat bukanlah karena mereka paling cantik ataupun paling tampan. Tetapi kemampuan dalam diri mereka, filosofi serta semangat merekalah yang membuat mereka menjadi luar biasa. Demikian pula pada diri kita. Pada akhirnya, apa yang ada di dalam diri kita seperti karakter, kemampuan, bakat, motivasi, semangat, pola pikir itulah yang akan lebih berdampak daripada tampilan luar kita.

Keempat, pensil pun mengajarkan agar bisa berfungsi sempurna kita harus belajar bekerja sama dengan orang lain. Bayangkan seorang aktor atau aktris yang tidak mau diatur sutradaranya. Bayangkan seorang anak buah tidak mau diatur atasannya. Atau seorang service provider yang tidak mau diatur pelanggannya. Mereka semua tidak akan berfungsi sempurna. Agar berhasil, terkadang kita harus belajar dari ‘guru’ yang lebih tahu adalah sesuatu yang membuat kita menjadi lebih baik.

Terakhir, pensil pun mengajarkan kita meninggalkan warisan yang berharga melalui karya-karya yang kita tinggalkan. Tugas kita bukan kembali pada kondisi utuh dan sempurna, melainkan menjadikan diri kita berarti dan berharga. Itulah filosofi ‘memberi dan melayani’ yang diajarkan oleh Tuhan kita. Itulah sebabnya Ibu Teresa dari Calcutta ataupun Albert Schweitzer yang melayani di Afrika lebih mengumpanakan diri mereka seperti sebatang pensil yang dipakai Tuhan.

Yang penting, hingga pada akhir kehidupan kita ada karya ataupun hasil berharga yang mampu kita tinggalkan. Tentu saja tidak perlu yang heboh dan spektakuler.


[1] Trainer, Speaker, EQ Motivator, Ahli Psikologi, Pakar NLP, Hypnotherapist, Penulis buku-buku best seller, Managing Director HR Excellency

sumber gambar: http://www.google.co.id/imglanding?q=PENSIL&um

Friday, January 28, 2011

KETIKA HIDUP ENGGA BERJALAN SEPERTI YANG KITA MAU, IKHLASKANLAH..

Hari ini hari Jumat, tanggal 28 januari 2011. Hari ini suasana langit mendung, entahlah.. gw merasa terwakili.. suasana hati gw lagi mendung. Ada beberapa hal yang bikin gw sedikit down di bulan ini.

Yang pertama masalah pekerjaan, gw di rotasi ke bagian keuangan. Gw kaget, dan semua orang kecuali struktural di kantor gw kaget. Alasan pimpinan adalah karena bagian keuangan butuh tambahan orang buat ngehandle kerjaan disana dan gw dinilai sebagai orang yang tepat dan memenuhi untuk itu. Gw ga tw harus senang ato sedih, yang pasti awal keputusan itu dibacakan, gw protes k bos gw. Gw nanya, apa yang salah sama kerjaan gw selama setahun disini, kenapa gw di rotasi. Gw mempertanyakan pola karir yang mereka sebut-sebut. Gw mempertanyakan kabar formasi peneliti gw. Gw protes! Beliau ngejelasin kalo ini demi organisasi, keuangan butuh gw, dan bukan karena kesalahan gw ato yang lainnya. Ini bukan hukuman buat gw. Dan gw tw protes gw ga akan guna, SK nya udah turun, dan berkaca pada pengalaman temen2 gw sebelumnya, gw semakin ngerasa pasti kalo ini udah final.

Sekarang gw lagi berusaha untuk berfikir positif, dengan kerja d bagian keuangan, gw jadi ngerti gimana ngatur uang di organisasi, seengganya ilmu akuntansi yang pernah gw dapet Cuma satu semester di tahun awal gw kuliah bakal kepake (walopun udah ga ada yang nempel di otak gw). Gw harus punya banyak ilmu, gw harus punya pengalaman kerja di berbagai unit, gw dipaksa untuk pinter-pinter bagi waktu karena buat gw, jadi peneliti adalah tujuan gw otomatis gw harus tetep terlibat dalam kegiatan litbang. Ngebantu sebisa gw. Dan GW HARUS BISA!.

Yang kedua masalah perasaan. Cuma kalo masalah ini, ga perlu gw certain secara detail. Yang pasti gw lagi sedih. Lagi berusaha mengikhlaskan semua.

Seperti yang Adam Smith bilang, ada invisible hand dalam system ekonomi. Jadi serahkan saja semuanya kepada pasar. Gw percaya itu. Dalam kehidupan, selalu ada invisible hand yang udah ngatur semua nya buat kita. Tapi tentu aja invisible hand itu engga akan bergerak tanpa ada usaha dan doa manusia.

Yang bisa dan harus kita lakuin Cuma USAHA dan DOA. Lakukan terus menerus, tanpa henti. Allah ga buta, Allah itu ga tuli, dan Allah Maha Kaya. Allah pasti liat usaha kita, Allah pasti denger doa kita, dan Allah akan selalu ngasi apa yang kita BUTUH, bukan apa yang kita PENGEN.

Hidup itu dinamis, dan walopun perubahan bukanlah hal yang gampang untuk dilakukan, tapi engga ada ruginya dicoba. Sepanjang perubahan itu selalu bergerak ke kanan, ke arah yang lebih baik. dan jangan pernah remehkan kekuatan doa.

Saat Allah mengabulkan doamu, Dia meminta imanmu,

Saat Allah belum mengabulkan doamu, Dia meminta sabarmu,

Dan saat Allah mengabulkan tapi bukan doamu, Dia memilihkan yang terbaik untukmu.

(tulisan ini gw bikin untuk menyemangati diri sendiri, kalo gw masi punya Allah yang Maha Pengasih, yang Maha Penyayang.)

sumber gambar: http://www.google.co.id/imglanding?q=kekuatan+doa&um

Thursday, January 20, 2011

Mau tanggal berapapun, judulnya tetep resolusi :D

Tanggal berapa sekarang? 20 januari ya? Telat amat gw bikin resolusi tahun ini..hihihhi.. gpp lah ya.. idup gw ini.. ;p

Setelah melewati 20 hari di tahun 2011, gw mutusin punya beberapa resolusi:

1. Gw mau ngaji lagi, gpp lah ke Salman sekali seminggu mah.. sekalian jalan-jalan ke kota.. :D

2. Gw mau olahraga teratur. (makasi mba Fiera, yang bikin niat olahraga gw kesampaian n ada temennya.. ;))

3. Gw mau belajar nyetir mobil. Biar supir unit jadi nambah.. :D

Siip, itu dulu ajah.. ntar kalo kepikiran, ni resolusi bisa aja nambah..hehe..


sumbergambar: http://www.google.co.id/imglanding?q=resolusi&um=

Tuesday, January 18, 2011

"Tonight I Wanna Cry"

ada dua hal yang gw denger tadi malem..

Pertama, lagu tonight i wanna cry-nya Keith Urban:

Alone in this house again tonight
I got the TV on, the sound turned down and a bottle of wine
There's pictures of you and I on the walls around me
The way that it was and could have been surrounds me
I'll never get over you walkin' away

[Chorus:]
I've never been the kind to ever let my feelings show
And I thought that bein' strong meant never losin' your self-control
But I'm just drunk enough to let go of my pain
To hell with my pride, let it fall like rain
From my eyes
Tonight I wanna cry

Would it help if I turned a sad song on
"All By Myself" would sure hit me hard now that you're gone
Or maybe unfold some old yellow lost love letters
It's gonna hurt bad before it gets better
But I'll never get over you by hidin' this way

[Repeat chorus twice]

Kedua, kata-katanya Gede Prama yang ada di hape gw:

Cinta itu.. sebuah perjuangan
Cinta tidak pernah datang dengan murah datang dari langit
Semua harus kita perjuangkan
Dan seringkali.. cinta itu mekar setelah kita melewati berbagai macam rintangan

Derita.. bukan musuhnya cinta
Derita itu.. sedang membuat cinta jadi lebih dewasa

Engga tw apa hubungannya.. yang pasti gw lagi geje.. :(


Monday, January 17, 2011

AKU CINTA KAMU, KARENA CINTAKU SAMA ALLAH..

AKU CINTA KAMU, KARENA CINTAKU SAMA ALLAH..

Entah kenapa gw pengen nulis malem ini. Pengaruh dengerin ceramah tadi pagi mungkin.. seperti yang pernah disebut ama salah satu senior gw di kantor, masi ada sedikit sisa-sisa ‘alim’ di diri gw. Pendidikan jaman SMA ternyata masi berbekas, walopun sedikit. Gw bersyukur untuk itu. Allah masi sayang gw.

Gw udah pernah cerita lah ya, kalo di SMA gw masuk asrama. Kamar gw namanya Khairunnisa, bagus ya? Selain belajar seperti SMA pada umumnya, ada tambahan pelajaran di SMA gw..pelajaran yang berhubungan sama agama. Fiqih, aqidah, bahasa arab, shirah nabi, hafalan Al.Quran, nasyid, adalah hal yang setiap hari gw denger dan gw alami selama 3 tahun. Dan itu selalu membuat gw bangga, SMA gw, sebuah SMA negeri yang luar biasa. Gw ragu gw ada disini dan menjadi seperti ini sekarang kalo gw ga jadi siswa di SMA itu. Yah walopun di bidang agamanya gw bukan menjadi orang yang suci, yang hafal banyak juz di Al.Quran, tapi seengganya gw pernah berada disana, di lingkungan itu.

Kuliah, tepatnya awal-awal kuliah, gw masi ikut mentoring..malah berlanjut liqo. Tapi lama kelamaan, system tarbiyah yang bercampur dengan politik kampus membuat gw gerah. Gw Cuma pengen cari ilmu, ga mau dilibatin untuk hal-hal berbau politik, dan gw ngerasa sedikit dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Gw ga suka. Hal itu berakibat gw mulai males buat ikutan mentoring, buat menepati jadwal liqo gw. Ada hal lain si sebenernya, gw ga ngerti dengan system mentoring yang terkesan sembunyi-sembunyi. Untuk apa? Masa sama sahabat gw sendiri juga gw ga boleh ngasi tw jadwal dan anggota liqo gw. Aneh.. waktu itu gw ampe ‘disidang’ oleh mereka, untuk sekedar menjelaskan system tersebut. Dan pembelaan gw: “kalo memang itu tujuannya baik, kenapa harus sembunyi2?, kenapa?”. Bwt gw ga masuk akal aja, secara di SMA jadwal mentoring kami jelas sekali, ga ada rahasia-rahasiaan.. mungkin alasan sebenernya gw ga ngerti dan ga nerima adalah karena emang ilmu gw belon nyampe kesana.. tapi karena udah terlanjur ga suka, gw nolak.

Hati ga pernah bisa bohong. Gw haus sama siraman rohani, gw butuh pengingat, reminder yang secara rutin menjaga gw agar selalu di dalam track yang benar. Karena gw manusia biasa, yang kalo dikasi muhasabah, hanya akan berefek seminggu lebih setelah itu hilang. Karena itulah, gw butuh reminder yang rutin berbunyi, supaya efek nya selalu terjaga buat gw.

Gw ikut salah satu kegiatan di Salman ITB, lumayan membantu. Tapi karena kegitannya lebih focus untuk memberi mentoring dan bukannya di mentoring, gw merasa kurang. Gw butuh dimentoring dan merasa belon pantas memberi mentoring. Akhirnya gw ikut ngaji atas ajakan salah satu temen kostan gw di tahun akhir kuliah. Tempatnya masi di Salman, gw cinta masjid itu.. pematerinya keren, beliau bergamis, berkerudung lebar, berkaos kaki lengkap, tapi gaul. Beliau memberikan materi dengan gaya yang khas, beliau ngerti gossip, malah kadang-kadang ngomongin juga..hihi.. tapi gw lebih suka pemateri seperti ini, buat gw mereka yang memberi materi dengan cara terlalu lembut, selalu senyum, punya rasa toleran terlalu tinggi malah memberikan kesan munafik. No offens, itu Cuma pandangan pribadi gw. Di mata gw mereka terlihat seperti berpura-pura, terlalu sempurna. Gw lebih menyukai pemateri gw sewaktu di Salman itu, beliau tampil apa adanya. Memperlihatkan kalo pemateri juga manusia, yang punya kekurangan dan kelebihan. Gw menghormati beliau lebih dari yang beliau kira. Plus ada satu bonus, anak beliau, cowo ganteng bangeet..hihi..masi berapa tahun ya umurnya, lupa gw.. (Baim sayang, gw kangeeen..). mentoring masi berlanjut ampe gw sidang, dan gw bolak balik Jakarta untuk nyari kerja. Ampe akhirnya kita bubar, kepisah pisah.. gw disini sekarang, temen gw satunya di Pekanbaru, satu di Surabaya, satu di Jakarta. Hhhh..kangen sekali masa-masa gw masi punya chargeran seperti itu, ada yang saling mengingatkan setiap minggunya.

Sekedar flashback, sekarang balik ke ceramah yang gw denger tadi pagi. Tadi ada acara syukuran khitanan anak bos gw di kantor. Kita kesana, dan ada pengajian mengenai pendidikan anak ditinjau dari sisi psikologi dan sisi Islam. Bagus banget, semua yang datang tertarik dengan topic itu. Karena memang islam itu sempurna bukan? Mengatur segala sesuatu nya dengan sempurna, yang ga ada maksud lain selain kebaikan bagi yang mengikutinya.

Setelah ngedengerin ceramah itu, rasa kangen gw sama mentoring semakin menjadi-jadi. Gw bener-bener butuh chargeran iman..yang bisa ngejaga gw. Biar gw bisa istiqomah.. Berhubung sekarang gw di Jatinangor yang jauh dari Bandung, gw masi belon tw mau dimana. Tapi gw akan nyari, gw pasti nyari.

Tadi kata ustad disana, seorang anak itu bisa menjadi fitnah bagi orang tuanya, fitnah disini maksudnya adalah perbuatan musyrik, dimana si orang tua lebih mencintai anak nya dibandingkan mencintai Allah. Gw langsung memikirkan diri gw, cinta gw. Apa yang paling gw cintai di dunia ini? Dan jawabannya gw dapet tanpa harus menunggu lama: MAMA. Gw mencintai mama gw lebih dari apapun, lebih dari siapapun. Apakah itu bentuk syirik kepada Allah?

Gw bahkan ampe sekarang masi belum sempurna memahami kata-kata “uhhibuki fillah atau uhhibuka fillah”. Bagaimana caranya gw tw kalo gw mencintai seseorang karena Allah..? ada yang bilang, dengan mencintainya, kamu akan semakin dekat kepada Allah.. Tapi kenapa gw merasa pasti ada rasa cinta yang di prakarsai oleh nafsu disana, tidak murni karena cinta gw sama Allah.. Di umur gw, cinta dan nikah adalah hal yang sering dibahas.. gw ingin sekali punya keluarga yang kokoh karena selalu ada di jalan Allah. Gw ingin sekali mencintai dan dicintai karena Allah. Gw ingin sekali punya imam yang bisa membawa gw dan anak-anak kami ke surga. Ingin sekali menjadi pasangan dunia akhirat. Ingin sekali punya teman yang bisa menjawab pertanyaan gw masalah agama. Ingin sekali memantaskan diri untuk semua itu. Karena laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik, gw harus jadi wanita baik. Agar gw pantas buat siapapun yang akan dikasi Allah buat gw.

Beberapa waktu yang lalu, gw pernah ngobrol sama seorang teman. Obrolan gw sama dia membuat gw memikirkan hal-hal yang sedikit terpinggirkan oleh gw selama ini. Tentang aturan hubungan lawan jenis dalam Islam. Dia bilang, dia sedang mencintai seseorang, dan kalo dia ngikutin egonya, dia ingin sekali memiliki seseorang tersebut sekarang, dia ingin sekali bisa selalu bersama sama seseorang nya itu. Tapi dia mikir lebih jauh, soal agama..dia ingin menjaga hubungan yang biasa-biasa aja sama seseorang itu sampe jalan Allah mempertemukan mereka untuk menjadi halal satu sama lain. Dia seperti ingin menjaga kehormatan sseorang yang dicintainya. Yaah, walopun gw ga tw sedalam apa cinta yang dia rasain kepada seseorang nya itu..seengganya pembicaraan itu mengingatkan gw untuk hal-hal yang dulu sering gw inget. Dia bikin gw membuka lagi file file lagu nasyid yang gw punya di laptop..yang gw sendiri lupa kapan terakhir gw dengerin ni lagu.. Teman Sejati, Untukmu Teman, Pemuda Palestina, Intifasa, Nantikanku di Batas Waktu, Peristiwa Subuh, Alif Kecil, Demi Masa, Suci Sekeping Hati, dan lainnya.. walopun gw ga mau bohong, gw lebih suka denger dia nyanyi lagu rindu-nya kerispatih..hihi.. astaghfirullah.. ;)

Huft, mungkin sekarang gw harus nyari tw..seperti apa itu implementasi kalimat : AKU CINTA KAMU, KARENA CINTAKU SAMA ALLAH..sehingga cinta gw ga jatoh kepada dosa syirik, dimana gw lebih mencintai makhluk dibandingkan Penciptanya dan cinta gw sama makhluk-Nya bukan karena nafsu semata. Gw harus ngaji lagi, gw pengen ngaji lagi.. gw pengen bisa istiqomah..

“Ya Allah, yang Maha Pencinta, yang Maha Pengasih, yang Maha Tahu, yang Maha Pemberi, tolong iqy ya.. Tolong kasi iqy jodoh yang tepat di waktu yang tepat. Tolong mudahkan jalan kami, Tolong dekatkan kami kalau menurut-Mu dia baik untuk iqy, untuk agama iqy, untuk keluarga iqy, untuk akhirat iqy..dan Tolong jauhkan kalo ternyata sebaliknya. Tolong kasi iqy orang yang mencintai iqy karena Engkau, dan iqy juga mencintainya karena cinta iqy pada-Mu..walopun iqy belum sepenuhnya ngerti.. Engkau satu-satu nya tempat meminta Duhai Allah, Engkau yang mengetahui hal-hal yang engga diketahui sama yang lain..dan yang terpenting, tolong jagain iqy jagain hati iqy, biar istiqomah..Tolong ya Allah..iqy mohoon sekali, kabulkan doa iqy ya..aamiin..”

Kalo Armada (lagi-lagi Armada :p) nanya, “Mau Dibawa Kemana Hubungan Kita?” Gw akan jawab, “ke Surga”. Aamiin..

Kamar_ iQy, 15 Januari 2011
22:49 WIB

sumbergambar:http://www.google.co.id/imglanding?q=ngaji

Monday, September 6, 2010

Kepada kamu yang jauh disana..


Kepada kamu yang jauh disana..

Sebelumnya terbentang jarak diantara kita,

Tapi rasa maklum masih ada untuk sang jarak,

Aku masih sangat bisa menerimanya..


Sekarang jarak itu menjadi semakin terasa,

Beriringan dengan rasa toleranku yang mulai memudar untuknya,

Kamu benar-benar jauh ..


mungkin dari awal ini hanyalah sebentuk angin lalu..

tak berniat tinggal..

bodohnya aku..


aku mencari tangis didiriku..

mencari kata yang bisa membuat lega..

Ada berbuncah rasa yang ingin ku teriakkan..

Sedih, bahagia, hampa, lega, kecewa..

Aku memang bukan manusia sempurna,

Kita tahu itu..

Karena itu,

maklumilah perasaanku..



*satu hal yang harus kamu tahu,

Aku kuat,

Saat ini hal yang paling aku butuhkan adalah tangis..

Setelah itu,, tak akan pernah ada lagi kamu..

Friday, August 27, 2010

ge-je tingkat tinggi


cuma pengen bilang: G.W K.A.N.G.E.N , K.E.M.A.N.A A.J.A?? P.E.N.G.E.N K.E.T.E.M.U...
 
Copyright 2009 malamcintahujan. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemescreator
Blogger Showcase